Musim semi 2025, sebuah video diam-diam menguasai media sosial. Lagu dengan judul sederhana 'Bae-go-pa' (Lapar), namun pendengarnya terpaku. Penjelasan bahwa ini adalah lagu yang ditulis secara spontan karena lapar saat mengantri di restoran membuatnya semakin mengejutkan. Di pusat perhatian ada singer-songwriter kelahiran 1999 bernama Chan-on.
Kisah Chan-on
Chan-on (nama asli: Park Hee-chan) memulai langkah pertamanya di dunia musik pada 2019 dengan filosofi 'chan-chan-hi, on-jeon-hi' (dengan perlahan, dengan utuh). Dari single pertama 'Jalga, Naui Oneul' (Selamat Tinggal, Hariku Hari Ini) hingga karya terbarunya '202-ho' (Kamar 202), perjalanan musiknya seperti membaca sebuah novel tentang pertumbuhan.
"Musim panas lalu, saat menonton konser 10CM, saya berjanji 'suatu hari nanti saya juga harus bisa membuat orang-orang senang dengan lagu-lagu saya seperti 10CM'."
Musiknya melintasi batas antara folk dan indie. Terkadang ditambah dengan beat elektronik yang elegan, terkadang menyentuh hati dengan melodi akustik murni. Alih-alih membagi genre, cara khas Chan-on adalah mengekspresikan emosi saat itu dengan sejujur-jujurnya.
Pada 2025, ia berhasil menyelenggarakan konser solo pertamanya 'Chan-chan-hi, On-jeon-hi' dengan sukses, memperkuat posisinya sebagai artis. Melalui mini album '202-ho', ia juga menunjukkan sisi musikal yang lebih matang.
Belakangan ini Chan-on aktif di berbagai panggung. Ia tampil di Sokcho Busking Festival bertemu penonton melalui pertunjukan live, dan terpilih dalam 'Weekly Kit Album Spotlight' milik Kitbearer, mendapat pengakuan atas kemampuan musiknya.
Di kafe Midtempo Dongdaemun, ia terus berkomunikasi dengan fans melalui pertunjukan live reguler. Live Midtempo November 2025 berakhir dengan sukses besar, menunjukkan betapa musiknya menjadi penghibur bagi banyak orang.
Musik Chan-on

Nonol VOL 24. 찬온 ' 쉿 '
Bertemu Chan-on di Nonol
Temui musik mereka secara langsung di Singing Playground.
🎵 "Bae-go-pa"
Saat chord pertama berbunyi, kita menyaksikan keajaiban di mana keseharian menjadi musik. Lagu yang lahir dari antrian restoran ini mengubah rasa lapar sederhana menjadi kegembiraan cinta sepihak. Vokal Chan-on bebas melintasi rentang nada dari C4 hingga G5, terutama getaran lembut saat beralih ke falsetto di bagian chorus menjadi inti dari lagu ini.
Yang patut diperhatikan dari aransemen adalah harmoni antara accompaniment piano yang minimal dan string pad yang subtle. Lagu yang mungkin awalnya dikonsep dengan full band sound sengaja diekspresikan dengan suara yang terkendali untuk lebih menonjolkan intimasi lirik.
Lebih dari 14.000 orang terpaku di hadapan pengakuan sederhana ini. Di kolom komentar, reaksi pendengar luar negeri juga menarik perhatian.
What is his name?
@TywinLannisterofcasterlyrock🎵 "Swit"
"Melodi pianonya sangat indah😍" — komentar yang mendapat simpati terbanyak. 16.000 orang terpukau oleh emosi halus lagu ini. Pengakuan tentang "masa ketika ingin melakukan banyak hal tapi tidak bisa melakukan apa-apa", bagaimana bisa terasa menyakitkan sekaligus manis seperti ini.
Dalam lagu ini, teknik vokal Chan-on menunjukkan estetika pengendalian diri. Garis melodi yang mengalir lurus tanpa vibrasi berlebihan sempurna menyatu dengan lirik yang berbisik seperti monolog. Progresi interval tiga piano intro yang melebar menjadi interval lima di bridge menciptakan rasa ruang yang sangat mengesankan.
Sst...baru pertama dengar dan bagus (melodinya terngiang haha). Pasti jadi lebih hebat dari 10cm. Fighting!!😊
@duri_newHati meleleh dengan melodi yang indah, melodi piano sangat cantik~~
@Boges-t1j🎵 "Swit🤫 Hutan Chan-on🌲"
Versi yang terdengar seperti bisikan dari dalam hutan ini memancarkan pesona berbeda dari rekaman studio. Vokal dengan reverb alami terdengar seperti suara angin yang meresap di antara pepohonan. 700 views mungkin sedikit dari segi angka, namun bagi mereka yang menemukan video ini, pasti menjadi momen yang istimewa.
🎵 "Finale"
Mari mulai dari analisis struktur lagu ini. Mengikuti struktur pop tipikal intro-verse-chorus-bridge, namun transisi antar bagian sangat alami. Terutama ketegangan yang diciptakan bass line yang naik secara chromatik di titik peralihan dari verse ke chorus secara efektif mengumumkan klimaks lagu.
Seperti pengenalan lagu "finale paling ideal dengan orang yang disukai", lagu ini memuat energi paling cerah di antara karya cipta Chan-on. Dalam garis vokal, ia bebas berpindah antara chest voice dan head voice, terutama penanganan nada tinggi saat berteriak "finale" sangat mengesankan. Ini mengingatkan pada gaya nada tinggi Kwon Jung-yeol dari 10CM atau Jeokjae, namun tidak kehilangan warna unik khas Chan-on.
Lebih dari 17.000 orang terpengaruh energi cerah ini. Antusiasme terhadap musisi sesi yang memainkan piano juga tinggi.
Selalu percaya dan dengar suara madu Chanon. Tapi kakak pianis itu siapa? Jantung berdebar-debar.
@신동훈-q8n😢Really amazing 😢
@Jenny-w1v🎵 "Seorap (lagu asli : 10CM)"
Jika lagu asli 10CM menyanyikan masa muda dengan kekayaan band sound, versi Chan-on memuat seluruh emosi itu hanya dengan piano dan vokal. Berani mengurangi driving rhythm sense lagu asli, dan sebagai gantinya memperlambat tempo agar bisa lebih fokus pada setiap lirik.
Berbeda dengan vokal unik Kwon Jung-yeol, Chan-on memilih pendekatan yang lebih liris dan introvert. Terutama cara menyampaikan lirik inti "masa muda itu indah" menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua versi. Jika aslinya adalah teriakan, versi Chan-on adalah refleksi mendalam.
"Mendengarkan lagu ini dengan tenang entah mengapa mengingatkan pada satu adegan masa muda. Kira-kira di mana ya masa muda saya sekarang," komentarnya menjelaskan identitas cover ini dengan sempurna.
Lebih dari 15.000 orang beresonansi dengan interpretasi baru ini.
Halo! Saya anak yang ketemu di taman bermain hari ini
@L-룬Kenapa tidak ada di Spotify
@abhinavfs6190🎵 "Chan-on Full ver | Bae-go-pa, Seorap(lagu asli: 10CM), Swit, Finale"
"Terima kasih Nonol!:)🌲🍀" — komentar yang ditinggalkan Chan-on sendiri mengatakan segalanya. 11.000 orang mengalami dunia musik Chan-on secara utuh melalui versi penuh ini. Setlist yang terdiri dari 4 lagu menunjukkan kesempurnaan seperti menonton konser kecil.
Seperti deskripsi Nonol "makan siang di mana butiran pasir bersinar berkilau mempercayakan tubuhnya pada matahari", musik Chan-on memiliki energi seperti sinar matahari hangat. Melalui koneksi alami antar lagu dan pengenalan lagu, kita dapat mendengar filosofi musikal dan cerita personalnya secara bersamaan.
Pernapasan dengan musisi sesi juga patut diperhatikan. Terutama permainan piano Yu-rim membentuk ensemble yang sempurna dengan vokal Chan-on.
Ternyata lagu ciptaan sendiri punya cerita ya.... Semua lagunya ritmenya ceria dan saya suka~ Chanon fighting!!!
@박성현-w4vPianist Yurim, penampilannya bagus🧡🧡 Lagunya bagus warna suaranya juga bagus, semangat! 👍👍
@seoyeonkim4252🎵 "Aktor-aktor yang dulu pernah bercita-cita menjadi penyanyi"
Video ini tidak berhubungan langsung dengan musik Chan-on, namun memiliki makna dalam hal menceritakan kisah mereka yang bermimpi menjadi penyanyi. Melalui cerita Won Bin yang gagal di audisi H.O.T, kisah Park Bo-gum yang beralih dari penyanyi ke aktor, menunjukkan berbagai jalur menuju impian.
Apa Kata Fans tentang Chan-on
Kakak yang main piano cantik🤗
@room가room가😢Really amazing 😢
@Jenny-w1vSelalu percaya dan dengar suara madu Chanon. Tapi kakak pianis itu siapa? Jantung berdebar-debar.
@신동훈-q8nMelodi pianonya sangat indah😍
@room가room가Hati meleleh dengan melodi yang indah, melodi piano sangat cantik~~
@Boges-t1jSst...baru pertama dengar lagu ini bagus (melodinya terus terngiang haha). Pasti akan jadi penyanyi lebih hebat dari 10cm. Fighting!!😊
@duri_newChanon, kamu memang baik dan sopan, jangan menyerah!! Selalu mendukungmu, fotonya masih disimpan baik-baik, fighting
@장호상-f8pAlice sgzg de sfx
@RenatoGomes-ri1emHalo! Saya anak yang ketemu di taman bermain hari ini
@L-룬Kenapa tidak ada di Spotify
@abhinavfs6190Pelajari Lebih Lanjut tentang Chan-on
더 알아보기
아티스트의 다양한 활동을 만나보세요
Musik Chan-on tidak memiliki narasi yang besar. Sebagai gantinya, ia memoles momen-momen kecil sehari-hari dengan hati-hati, diam-diam menempati sudut hati pendengar. Seperti 'Bae-go-pa' yang lahir dari antrian restoran, lagu-lagunya datang kepada kita di saat yang tak terduga.
"Suatu hari nanti saya juga harus bisa membuat orang-orang senang dengan lagu-lagu saya seperti 10CM," pemuda yang pernah berjanji seperti itu, kini memberikan penghiburan kepada banyak orang dengan suaranya sendiri. Ia ingin menyerupai 10CM, namun akhirnya menemukan warna unik bernama Chan-on.
Jika penasaran dengan cerita selanjutnya, temui dulu di Noraehaneun Noliteo. Menyaksikan perjalanannya yang berjalan dengan perlahan namun utuh saja sudah cukup bermakna.

Why i cant find this in Spotify?
@leezamosu7423