Musim dingin 2020, sebuah lagu mulai mewarnai seluruh negeri dengan tenang. Lagu berjudul 'Traffic Light' ini lebih dari sekedar rambu lalu lintas, melainkan potret diri yang menggambarkan kebingungan dan keresahan anak muda berusia 20-an. Di pusatnya ada Lee Mu-jin, peserta nomor 63 dari JTBC 'Singer Again - Unknown Singer War'. Dengan lagu karyanya sendiri, dia meraih poin tertinggi 14 poin dalam babak All Again dan menjadi perbincangan. Setelah itu, 'Traffic Light' yang dirilis secara resmi merajai posisi pertama di berbagai program musik.
Sulit untuk mendefinisikan musik Lee Mu-jin dalam satu kata. Di atas lirik ballad yang penuh perasaan, terbentang kebebasan musik indie, dan terkadang muncul kejujuran khas seorang singer-songwriter. Lirik yang ditulis oleh pemuda kelahiran tahun 2000 ini penuh dengan bahasa empati yang merangkul generasi, mulai dari mahasiswa yang sibuk dengan tugas hingga kecemasan pekerja baru.
Kisah Lee Mu-jin
Yang patut diperhatikan dari langkah Lee Mu-jin belakangan adalah ekspansinya ke ranah produser. Menurut wawancara yang dipublikasikan oleh iNews24, dia berpartisipasi dalam penulisan lirik dan komposisi lagu-lagu seperti 'Time Capsule' milik Davichi, 'Jureureu' milik Lee Chang-sub, dan 'Bye Bye' milik Big Naughty, mengembangkan filosofi produksi yang khas.
'Album kali ini adalah catatan selama 2 tahun terakhir. Ini adalah proses menata waktu-waktu sulit melalui musik.' — Dari wawancara terbaru
Khususnya 'Time Capsule' milik Davichi mencatat posisi ke-5 di Melon Top100 segera setelah dirilis, membuktikan kemampuan Lee Mu-jin sebagai produser. Lirik yang penuh perasaan tentang kenangan masa kecil dan waktu yang telah berlalu merupakan karya yang menunjukkan sensibilitas halus khasnya.
Memasuki tahun 2025, langkah Lee Mu-jin semakin beragam. Klip live 'Slainte!' yang dipublikasikan melalui Instagram atau behind the scenes syuting MV 'Baepsae' menunjukkan bahwa dia masih melanjutkan aktivitas kreatif yang aktif. Terutama menarik bahwa dia mencoba komunikasi yang lebih dekat dengan fans melalui konser teater kecil '[Today's, eMUtion]'.
Ekspansi aktivitas sebagai produser juga patut diperhatikan. Kemampuan produksinya yang ditunjukkan melalui kolaborasi dengan Davichi, Lee Chang-sub, Big Naughty, dan lainnya membuat kita menantikan angin segar apa yang akan dia bawa ke scene K-pop ke depannya.
Musik Lee Mu-jin tidak memberikan penghiburan yang berlebihan. Hanya duduk diam di samping, menemani. Caranya yang selalu jujur dalam mengibaratkan keresahan usia 20-an dengan traffic light dan menuangkan perasaan berdebar dalam pengakuan yang sederhana. Jika penasaran kemana arah perjalanannya yang terus berevolusi dari peserta nomor 63 yang tak dikenal hingga menjadi produser, temui dulu di Singing Playground.
Temui Lee Mu-jin di Nonol
Temui musik mereka secara langsung di Singing Playground.
🎵 "Traffic Light"
'Saya menangis melihat panggung ini' — ini adalah komentar yang mendapat like terbanyak. Di video yang ditonton 1,07 juta orang ini, Lee Mu-jin menginterpretasi ulang lagu andalannya dengan cara yang benar-benar baru. Aransemen yang mengubah suara full band dari lagu asli menjadi piano dan string sebagai pusatnya sangat menarik perhatian. Terutama transisi dari falsetto ke suara dada yang ditunjukkan di bagian bridge menampilkan kedalaman liris yang mengingatkan pada 'Yesterday' milik Paul McCartney.
Di lagu yang mengandung perasaan pemuda yang baru saja dewasa ini, dia dengan jujur mengaku tentang kebingungan usia 20-an yang dialami dalam bingkai masyarakat. Versi Nonol terdengar seperti pengakuan yang lebih intim dibanding lagu aslinya, dan itulah pesonanya.
Nice voice Love from Nepal ❤❤❤
@chetangautam5065🎵 "Jamkkan Sigan Doelkka"
Yang perlu diperhatikan dari intro lagu ini adalah progresi arpeggio gitar. Jika di lagu asli hanya progresi chord sederhana, versi Nonol menambahkan pola fingerpicking yang menciptakan tekstur yang jauh lebih halus. Vokal Lee Mu-jin juga lebih natural dibanding versi studio. Terutama vokalisasi garis lurus tanpa vibrato yang ditunjukkan di bagian inti "Jamkkan sigan doelkka" mengingatkan pada karya-karya awal Ed Sheeran.
1,08 juta orang berhenti di depan lagu pengakuan yang penuh perasaan berdebar ini. Lagu yang cocok dengan suasana musim semi ini memiliki kejujuran tanpa polesan sebagai senjata utamanya. Struktur lagu juga mengikuti progresi pop ballad tipikal intro-verse-chorus, namun key change yang dinaikkan setengah nada di bridge menciptakan klimaks yang tepat.
Lagu yang berdebar seperti musim semi dan Lee Mujin
@크리스틴-m5mi dont have bf but im happy listening these song
@tiarareaders88🎵 "Playlist Lagu Emosional"
Sejak nada pertama bergema, rasanya seperti duduk di dekat jendela saat hujan. Playlist yang menampilkan Lee Mu-jin bersama Yoo Da-bin Band, Heize, Punch, dan lainnya ini mengandung sensibilitas indie domestik tanpa pro-kontra. Komposisi yang mempertahankan mood konsisten dari awal hingga akhir sambil tetap mempertahankan individualitas setiap artis sangat mengesankan. Terutama lagu Lee Mu-jin berperan menentukan tone keseluruhan playlist, sehingga bisa mengkonfirmasi daya rangkul yang dimiliki musiknya.
🎵 "Penampilan di Televisi dan Prestasi"
'Kamu rusa ya? Kenapa telingaku jadi velvet...' Seperti yang ditunjukkan copy menarik ini, Lee Mu-jin mendapat pujian atas warna suaranya sejak tampil di 'Singer Again'. Repertoarnya yang bisa dikonfirmasi dari kompilasi penyanyi terkenal JTBC cukup luas. Dari 'Yoksimjaenga' hingga 'Traffic Light', menarik melihat perubahan gaya vokal yang ditunjukkan di setiap lagu. Terutama dalam duet 'Lilac' dengan IU, bisa mengkonfirmasi bagaimana warnanya harmonis dengan artis lain dalam komposisi harmoni.
Berita tentang aktivitas produser dan pengumuman lagu baru 'Baepsae' yang dibahas di siaran terbaru menunjukkan perluasan spektrum musikal Lee Mu-jin. Seperti yang diperkenalkan di SBS Good Morning Entertainment, lagu ini yang mengibaratkan perasaan kehilangan pada sosok baepsae yang ditinggal sendirian adalah karya yang menangani wilayah emosional yang selama ini selalu dia hindari.
🎵 "Panggung Live Versi Lengkap"
Ada alasan mengapa 390 ribu orang menonton live versi lengkap ini sampai habis. Karena dengan mendengar dua lagu 'Traffic Light' dan 'Jamkkan Sigan Doelkka' secara berurutan, kita bisa sepenuhnya mengalami spektrum musikal Lee Mu-jin. Perbedaan suhu antara keresahan introvert yang ditunjukkan lagu pertama dan perasaan berdebar ekstrovert lagu kedua sangat kontras.
Terutama sosoknya yang ditunjukkan di interlude antara dua lagu mengungkap sisi performer sejati. Dari cara komunikasi dengan penonton juga bisa diketahui bahwa pengalaman panggung yang cukup banyak telah terakumulasi meski usianya masih muda. Kemampuan bermain gitar juga melampaui sekedar iringan dan mencapai level yang memimpin suasana lagu.
Seperti pengenalan sebagai penyanyi berharga dunia yang mewarnai seluruh negeri dengan merah dan biru, di panggung ini Lee Mu-jin sempurna menggunakan bahasa musikal khasnya yang merangkul dari remaja hingga generasi orang tua.
🫶🫶🫶🫶🫶🫶
@wv7477hello everyone, i'm Thai fan. How can i find mujin's work schedule?
@jaikosama7689Apa Kata Fans Tentang Lee Mu-jin
I like the outfit 😁❤
@Ayutita_Lagu yang berdebar seperti musim semi dan Lee Mujin
@크리스틴-m5mWowww 😊😊
@rashisinha9328i dont have bf but im happy listening these song
@tiarareaders88I like this the new version 😁❤
@Ayutita_Nice Love you ❤️💜❤️💜❤️❤️❤️❤️
@chakradharbindhani8061Nice voice Love from Nepal ❤❤❤
@chetangautam5065Wow nice ❤❤❤😮😢
@tasleema-s1j🫶🫶🫶🫶🫶🫶
@wv7477🇧🇩🇧🇩🇧🇩🇧🇩🇧🇩
@mdsahinok1749Pelajari Lebih Lanjut Tentang Lee Mu-jin
더 알아보기
아티스트의 다양한 활동을 만나보세요
Lee Mu-jin yang lahir di Goyang, Gyeonggi-do debut pada 2018 dengan 'Sanchaek'. Saat dia berkuliah di Jurusan Musik Praktis Seoul Institute of the Arts dan terus mencari warna khasnya, titik balik datang pada tahun 2020. Di panggung 'Singer Again', dia menjadi lebih dari sekedar peserta, menjadi sebuah fenomena.
Terutama vokalnya yang ditunjukkan di panggung saat menyanyikan lagu karya sendiri 'Traffic Light' membuat juri tercengang. Kontrol dinamis yang halus yang ditunjukkan dalam proses dari range rendah ke nada tinggi, daya ekspresi yang berganti antara pengendalian dan ledakan emosi sangat luar biasa untuk usia yang masih muda. Ini adalah kombinasi unik yang mengingatkan pada nada tinggi eksplosif Park Hyo-shin dan range menengah-rendah yang terkendali ala John Mayer.
Saat ini dia beraktivitas di bawah naungan Big Planet Made Entertainment dan mendapat pengakuan atas prestasi musikal dengan meraih penghargaan Best New Male Artist dan TOP10, Best OST di Melon Music Awards. Selain lagu andalan 'Traffic Light', dia terus mendapat cinta melalui 'Jamkkan Sigan Doelkka', 'Bi-wa Dangsin', dan lainnya, serta melanjutkan pertumbuhan musikal melalui karya reguler seperti 'Room Vol.1' pada 2022 dan 'Manhwa' pada 2024.

I like this the new version 😁❤
@Ayutita_